“Siapa ya nama wanita tadi,ah
sudahlah” ujar Aska dalam hati saat melangkah menuju kelasnya.Pelajaranpun
dimulai.”Kriinggg...kringg..kringg!!!” bel istirahat berbunyi,Askapun bergegas
keluar entah kemana.”Hai kau,tunggu sebentar” panggil Aska kepada wanita
didepannya “iya ada apa” jawab wanita itu seraya menoleh kebelakang “Hmm maaf
ya tadi pagi aku nabrak kamu,buru buru soalnya heehe” jawab aska meminta maaf
kepadanya “oh iya iya gapapa kok,lagian akunya tadi meleng kalo jalan” “Tapi
tapi lu gapapa kan ada yang sakit gak” “Ah apaan gada yang sakit kok uda nyante
aja” percakapanpun terjadi antara mereka berdua.”Aska (sambil menjulurkan
tangannya)” lanjut percakapan Aska berniat mengajak ia berkenalan “Hmm oh aku
Nabila (menjabat tangan Aska)” “Nama yang indah seperti orangnya” gombal Aska
padanya “Ah gombal kamu ka,bisa aja” jawab Nabila dengan tersipu malu”.Canda
tawapun menghiasi percakapan mereka.
“Oke sampai ketemu besok ya” “Oke ka dada” Askapun beranjak pergi
sambil melambaikan tangan untuk menyudahi percakapannya.Hari demi hari mereka
semakin mengenal satu sama lain.
Pada suatu
ketika Aska menyelipkan surat kedalam tas Nabila.
“Tuhan apakah
ini mimpi”
“Ciptaanmu
sungguh membuatku terpana”
“jatuh hati
aku tak kuasa padanya”
“Jika kau
iznkan akan kuutarakan perasaanku”
“Namun entah
kata apa yang pantas kuucap untuknya”
“Tapi aku
minta berilah kekuatan tuk mengutaraknya”
“Maaf atas
kelancanganku ini Bil,
Bil ini
adalah doa doaku kepada sang pencipta,aku sungguh kagum padamu dan di surat
inilah aku berani mengutarakan perasaanku padamu.Mungkin ini terlalu cepat
bagimu namun cepat atau lambatnya namanya perasaan tak bisa dipungkiri
bil,intinya maukah kau jadi pemilik hatiku ini jika iya sungguh doaku tak sia
sia namun jika jawabanya bertolak belakang setidaknya engkau sudah tau.Kutunggu
balasan suratmu Bil”
Sebuah surat
dari Askapun akhirnya dibaca oleh Nabila,sungguh ia kaget dan terharu melihat
isi surat itu.Betapa manisnya surat dari Aska ini,Nabila pun membalas surat
dari Aska ini.
“Surat yang
indah ini sungguh meneduhkan hati,aku hampir menangis terharu membacanya
Namun
maafkan aku jika surat balasanku tak seindah suratmu.Di surat ini aku juga akan
menyatakan perasaanku sesungguhnya padamu.Awal kita bertemu aku masih
mengingatnya dan kita sedekat inipun masih terbayang dipikiranku,menurutku kau
lelaki yang unik,kau bisa membuatku tersenyum bahagia selalu,sungguh aku tak
menyesal atas kejadian disaat engkau menabrakku,mungkin inilah cara tuhan
mempertemukan kita.
Dan disuratmu
engkau bertanya “maukah kau menjadi pemilik hatiku” sungguh kata itu menggetarkan hatiku aku tak
bisa menolak aku juga sungguh mencintaimu Aska.
Cukup sekian
surat balasanku,aku tak sabar menunggu akan terjadi apa setelah ini.”
Kilauan cakrawala pagi dan
kicauan burunng mebuat indahnya mozaik alam pada saat itu.Seakan alam ikut
bahagia atas bahagianya dua insan yang baru merasakan apa itu cinta dan dihari itupun
seakan menjadi hari bersejarah bagi
mereka.Dua tahun berlalu cinta mereka tetap abadi, tapi sungguh komitmen yang
tak bisa digoyahkan dan inilah yang dinamakan arti cinta dan kasih sesungguhnya.Namun
kini mereka sungguh diberi cobaan oleh sang pencipta,mereka harus dipisahkan
antara waktu dan jarak siAska dikuliahkan diJerman oleh orang tuanya sedangkan
siNabila harus meneruskan usaha tekstil milik keluarganya,jadi mereka benar
benar diuji.
Meskipun mereka dipisahkan namun
cinta mereka sangatlah kuat dan hidup seperti halnya tumbuhan yang memerlukan cahaya untuk fotosintesis.Mereka
selalu berkirim surat untuk tetap berkomunikasi.Empat tahun kemudian akhirnya
Aska menyelesaikan pendidikannya dan segera menulis surat pada Nabila sang
pujaan hati
”Nabila yang
kucinta,
Bagaimana
kabarmu baik baikkan hehe. Hmm 4 tahun lamanya ya kita tak berjumpa aku sungguh
rindu padamu bil,kini aku sudah menyelesaikan kuliahku dan menjadi murid
berprestasi disini,kuharap kau bahagia mendengarnya seperti apa yang aku
rasakan hari ini,oh iya lima hari lagi aku akan kembali ketanah air,sungguh tak
sabar aku ingin melihatmu.Sampai ketemu disana Bila,Ich liebe dich (aku cinta
kamu).Kutunggu balasanmu.”
“Ini aneh mengapa tak datang
datang surat dari Bila” gerutu Aska menunggu tukang pos datang.Tak seperti
biasanya surat balasan Bila tak kunjung datang.Banyak pertanyaan timbul
dipikiran Aska mengapa Bila lama tak membalas suratnya “Ah sudahlah” suara Aska
menghilangkan pertanyaan pertanyaan yang ada dipikiranya.Jam sepuluh pagi
akhirnya Aska menginjakkan kaki ditanah air.Selama perjalanan ia selalu
memikirkan Nabila,ia ingin segera bertemu dengannya.
Dengan
bergegas Aska langsung menuju rumah Nabila,namun ini aneh mengapa rumahnya
ramai sekali.”tok...tok..tok” suara ketukan Aska mengetuk pintu rumah Bila “Oh
kak Aska” suara lirih Diana adik Bila meyambutnya,namun raut wajahnya tampak
sedih sekali.Tampang Diana semakin menimbulkan tanda tanya besar pada Aska.”Ini
ada apa Di kok ramai sekali” tanya aska “hiks hiks hiks” tangisan Diana tak
memberikan jawaban “lo Di kenapa kamu men..” “Maaf kak kami tak memberitaukan
sebelumnya” jawab Diana sedikit tertahan oleh tangisannya menyela pertanyaan
Aska.”Emang ada apa Di” dengan nada keras tanya Aska kembali sambil memegang
pundak Diana
“Bentar kak” jawab Diana dengan
menangkan dirinya.”Jadi sudah satu tahun kak Bila mengidap kanker darah,dan
baru seminggu ia dipanggil Sang Khalik.” Lanjut Diana menjelaskan “ini gak
becanda kan Di,kamu bohongkan” jawab Aska seakan tak percaya “Kalau kakak gak
percaya mari kak ikut Diana” ajak Diana mengajak Aska kekuburan Nabila seraya
membenarkan pertanyaannya.
“Oh ya kak
sebelum kepergian kak Bila ia menitipkan ini kepada Didi untuk dikasihkan kekakak”
“Apa ini Di” “Kakak buka aja”.Ternyata yang diberikan Diana adalah sebuah diary
kecil yang ditulisnya sebelum meninggal.
“Dear Aska,
Mungkin saat
membaca ini kau sedang sedih yang teramat karena kepergianku.
Maafkan aku
ya tak memberitaukan sakitku ini padamu,aku takut mengganggu cita cita yang
sedang kau tempuh.Aku tau kau sangat mencintaiku lebih dari apapun,namun memang
kita sedang diuji Aska dan ini sudah jalan dari Tuhan.Ingatlah jalan yang
terbaik adalah jalan dari Tuhan jadi jangan kau menyalahkan ataupun menyesali
hal ini,Setidaknya aku mati dengan tenang karena dicintai oleh orang yang
sangat spesial sepertimu dan aku juga sangat bahagia bisa membawa cintamu
selama hidupku.Akupun juga sudah mengikhlaskannya jika kelak kau akan
mendapatkan wanita penggantikku jagalah dia baik baik ya seperti halnya kau
menjagaku selama ini.Sudahlah jangan bersedih hapus tuh air matamu kamu kan
lelaki tangguh Ka.Dan mungkin ini hanya peninggalan yang bisa aku
berikan,semoga ini bermakna untuk kehidupaanmu mendatang.Selamat tinggal ya
Pangeran Hatiku Aska.Oh ya Aska ini ada sebuah puisi untukmu.
“Memang apa
dayaku”
“ini sudah menjadi
takdirku”
“Tak
menyesal aku dengan ini”
“Waktu bersamamu sungguh berharga”
“Banyak
pelajaran dan pengalaman indah bersamamu”
“Sudahlah
jangan bersedih”
“Aku tak apa”
“Ini adalah
jalan terbaik”
“Dan tanpamu
mungkin....”
“Aku pergi
tanpa membawa makna’
Mungkin kejadian ini membuat
Aska terpukul dengan hebat,namun untungnya ia tak patah semangat.Ia meneruskan
hidupnya ia percaya bahwa Bila selalu ada disampingnya dimanapun dan kapanpun.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar