Minggu, 19 Januari 2014

Makna Cinta Sesungguhnya

                “Siapa ya nama wanita tadi,ah sudahlah” ujar Aska dalam hati saat melangkah menuju kelasnya.Pelajaranpun dimulai.”Kriinggg...kringg..kringg!!!” bel istirahat berbunyi,Askapun bergegas keluar entah kemana.”Hai kau,tunggu sebentar” panggil Aska kepada wanita didepannya “iya ada apa” jawab wanita itu seraya menoleh kebelakang “Hmm maaf ya tadi pagi aku nabrak kamu,buru buru soalnya heehe” jawab aska meminta maaf kepadanya “oh iya iya gapapa kok,lagian akunya tadi meleng kalo jalan” “Tapi tapi lu gapapa kan ada yang sakit gak” “Ah apaan gada yang sakit kok uda nyante aja” percakapanpun terjadi antara mereka berdua.”Aska (sambil menjulurkan tangannya)” lanjut percakapan Aska berniat mengajak ia berkenalan “Hmm oh aku Nabila (menjabat tangan Aska)” “Nama yang indah seperti orangnya” gombal Aska padanya “Ah gombal kamu ka,bisa aja” jawab Nabila dengan tersipu malu”.Canda tawapun menghiasi percakapan mereka.
               
“Oke sampai ketemu besok ya” “Oke ka dada” Askapun beranjak pergi sambil melambaikan tangan untuk menyudahi percakapannya.Hari demi hari mereka semakin mengenal satu sama lain.
Pada suatu ketika Aska menyelipkan surat kedalam tas Nabila.

“Tuhan apakah ini mimpi”
“Ciptaanmu sungguh membuatku terpana”
“jatuh hati aku tak kuasa padanya”
“Jika kau iznkan akan kuutarakan perasaanku”
“Namun entah kata apa yang pantas kuucap untuknya”
“Tapi aku minta berilah kekuatan tuk mengutaraknya”
 
“Maaf atas kelancanganku ini Bil,
Bil ini adalah doa doaku kepada sang pencipta,aku sungguh kagum padamu dan di surat inilah aku berani mengutarakan perasaanku padamu.Mungkin ini terlalu cepat bagimu namun cepat atau lambatnya namanya perasaan tak bisa dipungkiri bil,intinya maukah kau jadi pemilik hatiku ini jika iya sungguh doaku tak sia sia namun jika jawabanya bertolak belakang setidaknya engkau sudah tau.Kutunggu balasan suratmu Bil”

Sebuah surat dari Askapun akhirnya dibaca oleh Nabila,sungguh ia kaget dan terharu melihat isi surat itu.Betapa manisnya surat dari Aska ini,Nabila pun membalas surat dari Aska ini.

“Surat yang indah ini sungguh meneduhkan hati,aku hampir menangis terharu membacanya
Namun maafkan aku jika surat balasanku tak seindah suratmu.Di surat ini aku juga akan menyatakan perasaanku sesungguhnya padamu.Awal kita bertemu aku masih mengingatnya dan kita sedekat inipun masih terbayang dipikiranku,menurutku kau lelaki yang unik,kau bisa membuatku tersenyum bahagia selalu,sungguh aku tak menyesal atas kejadian disaat engkau menabrakku,mungkin inilah cara tuhan mempertemukan kita.
Dan disuratmu engkau bertanya “maukah kau menjadi pemilik hatiku”  sungguh kata itu menggetarkan hatiku aku tak bisa menolak aku juga sungguh mencintaimu Aska.
Cukup sekian surat balasanku,aku tak sabar menunggu akan terjadi apa setelah ini.”

                Kilauan cakrawala pagi dan kicauan burunng mebuat indahnya mozaik alam pada saat itu.Seakan alam ikut bahagia atas bahagianya dua insan yang baru merasakan apa itu cinta dan dihari itupun seakan  menjadi hari bersejarah bagi mereka.Dua tahun berlalu cinta mereka tetap abadi, tapi sungguh komitmen yang tak bisa digoyahkan dan inilah yang dinamakan arti cinta dan kasih sesungguhnya.Namun kini mereka sungguh diberi cobaan oleh sang pencipta,mereka harus dipisahkan antara waktu dan jarak siAska dikuliahkan diJerman oleh orang tuanya sedangkan siNabila harus meneruskan usaha tekstil milik keluarganya,jadi mereka benar benar diuji.

                Meskipun mereka dipisahkan namun cinta mereka sangatlah kuat dan hidup seperti halnya tumbuhan yang  memerlukan cahaya untuk fotosintesis.Mereka selalu berkirim surat untuk tetap berkomunikasi.Empat tahun kemudian akhirnya Aska menyelesaikan pendidikannya dan segera menulis surat pada Nabila sang pujaan hati

”Nabila yang kucinta,
Bagaimana kabarmu baik baikkan hehe. Hmm 4 tahun lamanya ya kita tak berjumpa aku sungguh rindu padamu bil,kini aku sudah menyelesaikan kuliahku dan menjadi murid berprestasi disini,kuharap kau bahagia mendengarnya seperti apa yang aku rasakan hari ini,oh iya lima hari lagi aku akan kembali ketanah air,sungguh tak sabar aku ingin melihatmu.Sampai ketemu disana Bila,Ich liebe dich (aku cinta kamu).Kutunggu balasanmu.”

                “Ini aneh mengapa tak datang datang surat dari Bila” gerutu Aska menunggu tukang pos datang.Tak seperti biasanya surat balasan Bila tak kunjung datang.Banyak pertanyaan timbul dipikiran Aska mengapa Bila lama tak membalas suratnya “Ah sudahlah” suara Aska menghilangkan pertanyaan pertanyaan yang ada dipikiranya.Jam sepuluh pagi akhirnya Aska menginjakkan kaki ditanah air.Selama perjalanan ia selalu memikirkan Nabila,ia ingin segera bertemu dengannya.
Dengan bergegas Aska langsung menuju rumah Nabila,namun ini aneh mengapa rumahnya ramai sekali.”tok...tok..tok” suara ketukan Aska mengetuk pintu rumah Bila “Oh kak Aska” suara lirih Diana adik Bila meyambutnya,namun raut wajahnya tampak sedih sekali.Tampang Diana semakin menimbulkan tanda tanya besar pada Aska.”Ini ada apa Di kok ramai sekali” tanya aska “hiks hiks hiks” tangisan Diana tak memberikan jawaban “lo Di kenapa kamu men..” “Maaf kak kami tak memberitaukan sebelumnya” jawab Diana sedikit tertahan oleh tangisannya menyela pertanyaan Aska.”Emang ada apa Di” dengan nada keras tanya Aska kembali sambil memegang pundak Diana

                “Bentar kak” jawab Diana dengan menangkan dirinya.”Jadi sudah satu tahun kak Bila mengidap kanker darah,dan baru seminggu ia dipanggil Sang Khalik.” Lanjut Diana menjelaskan “ini gak becanda kan Di,kamu bohongkan” jawab Aska seakan tak percaya “Kalau kakak gak percaya mari kak ikut Diana” ajak Diana mengajak Aska kekuburan Nabila seraya membenarkan pertanyaannya.
“Oh ya kak sebelum kepergian kak Bila ia menitipkan ini kepada Didi untuk dikasihkan kekakak” “Apa ini Di” “Kakak buka aja”.Ternyata yang diberikan Diana adalah sebuah diary kecil yang ditulisnya sebelum meninggal.

“Dear Aska,

Mungkin saat membaca ini kau sedang sedih yang teramat karena kepergianku.
Maafkan aku ya tak memberitaukan sakitku ini padamu,aku takut mengganggu cita cita yang sedang kau tempuh.Aku tau kau sangat mencintaiku lebih dari apapun,namun memang kita sedang diuji Aska dan ini sudah jalan dari Tuhan.Ingatlah jalan yang terbaik adalah jalan dari Tuhan jadi jangan kau menyalahkan ataupun menyesali hal ini,Setidaknya aku mati dengan tenang karena dicintai oleh orang yang sangat spesial sepertimu dan aku juga sangat bahagia bisa membawa cintamu selama hidupku.Akupun juga sudah mengikhlaskannya jika kelak kau akan mendapatkan wanita penggantikku jagalah dia baik baik ya seperti halnya kau menjagaku selama ini.Sudahlah jangan bersedih hapus tuh air matamu kamu kan lelaki tangguh Ka.Dan mungkin ini hanya peninggalan yang bisa aku berikan,semoga ini bermakna untuk kehidupaanmu mendatang.Selamat tinggal ya Pangeran Hatiku Aska.Oh ya Aska ini ada sebuah puisi untukmu.

“Memang apa dayaku”
“ini sudah menjadi takdirku”
“Tak menyesal aku dengan ini”
“Waktu bersamamu sungguh berharga”
“Banyak pelajaran dan pengalaman indah bersamamu”
“Sudahlah jangan bersedih”
“Aku tak apa”
“Ini adalah jalan terbaik”
“Dan tanpamu mungkin....”
“Aku pergi tanpa membawa makna’

                               Mungkin kejadian ini membuat Aska terpukul dengan hebat,namun untungnya ia tak patah semangat.Ia meneruskan hidupnya ia percaya bahwa Bila selalu ada disampingnya dimanapun dan kapanpun.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 THE END

karya : Dewa Derma
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar